cerita-asyik13 : Makan Mayat Teman untuk bertahan Hidup


Setelah empat bulan hilang di belantara Taiga, Rusia, dua turis akhirnya ditemukan selamat. Demi bertahan hidup, mereka dilaporkan telah memakan dua mayat temannya. Astaga!

Empat traveler hilang di bulan Agustus dalam eskpedisi memancing ke sungai di daerah Yakutia. Yakutia berada di wilayah timur Rusia, salah satu tempat paling terpencil dan dengan lanskap ganas.

Hanya dua traveler yang berhasil diselamatkan pada akhir November 2012. Tim penyelamat menemukan mereka selamat di tepi Sungai Sutam, sekitar 250 km dari kota Neryungri, selatan Yakutia. Saat itu juga ditemukan potongan mayat di lokasi perkemahan. Penyidik pun diminta untuk meneliti kematian dua orang lainnya yang diduga sebagai kasus kanibalisme.

Seperti yang diberitakan News Australia, Senin (17/12/2012), saat ini tim penyelidik meyakini adanya kanibalisme yang terjadi.

"Selama diinterogasi, salah satu saksi menjelaskan kalau kanibalisme memang terjadi," kata salah seorang sumber dalam penyelidikan kepada harian Komsomolskaya Pranda.

Sumber menambahkan, kalau itu bukan pembunuhan. Setelah seorang traveler pria meninggal, barulah mereka memakannya karena tidak bisa menghadapi kondisi saat itu.

Penyelidik juga mengatakan kalau pemancing yang bernama Alexander Abdullayev mengaku, dia bersama satu orang teman lainnya bernama Alexei Gorulenko telah memakan mayat Andrei Kurochkin. Tapi menurut Abdullayev, Kurochkin meninggal secara wajar karena kedinginan. Selama berminggu-minggu, dia bersama Gorulenko memakan daging Kurochkin.

Minggu lalu, penyidik dari Yakutsk, ibukota Yakutia mengonfirmasi secara resmi, dalam kasus ini mereka melihat kanibalisme merupakan penjelasan yang masuk akal. Kantor cabang lokal dari Investigative Committee pun mengatakan, kalau pekan lalu Abdullayev sedang mencari sorang lainnya bernama Viktor Komarov.

Dalam pencarian, hanya ditemukan jip UAZ milik Komarov yang telah membawa empat traveler itu ke Taiga. Mobil tersebut ditemukan dalam keadaan setengah tenggelam di sebuah sungai yang membeku. Namun, jasad seorang traveler lain bernama Komarov tidak ditemukan. Mereka juga sebelumnya telah berjalan kaki sejauh 150 km. Mereka berjalan kaki setelah ada kerusakan pada mobil jip tersebut.