5 Remaja Pelaku Kriminal di Dunia


Sang Raja Dangdut Rhoma Irama mengatakan darah muda, darah para remaja, selalu ingin merasa gagah dan tak pernah mau mengalah. Namun apa yang terjadi bila darah muda itu bergolak tak terkendali, seperti peristiwa akhir-akhir ini, tawuran hingga menewaskan orang lain. Juga seperti 5 remaja di dunia ini yang berbuat kriminal hingga menghilangkan nyawa orang lain.


1. Mustafa Gurpinar

Mustafa Gurpinar, remaja Inggris berusia 15 tahun menusuk remaja lain Leroy James yang berusia 14 tahun. Awalnya Leroy dan Mustafa akan berkelahi di taman di Enfield, bagian utara London, Inggris pada Agustus 2012 lalu.

Sebelum berkelahi, Leroy mengosongkan kantongnya, termasuk menyerahkan HP pada temannya. Dengan HP Leroy, temannya lantas merekam perkelahian itu.

Leroy hendak berkelahi dengan tangan kosong. Di saat yang sama, tangan kanan Mustafa selalu berada di saku celananya. Sesaat kemudian tiba-tiba kaos putih yang dipakai Leroy penuh dengan darah yang ditusukkan ke jantungnya.

Rekaman HP selama 12 menit itu berakhir dengan Leroy yang jatuh ke belakang. Rekaman HP ini menjadi bukti persidangan.

Sebelumnya di Facebook, Mustafa menuliskan status,"Jika kamu melihat saya di jalan, dan tangan kanan saya di kantong, itu berarti saya memiliki pisau".

Mustafa terbukti bersalah melakukan pembunuhan dan dijatuhi vonis penjara minimal 12 tahun, seperti dikutip dari BBC.


2. Rondell Pinkerton

Rondell Pinkerton, remaja berusia 17 tahun, menembak balita berusia 4 tahun, Lloyd Morgan di kawasan Bronx, New York, AS pada Juli 2012 lalu.

Lloyd saat itu sedang bermain di taman bermain dan terjadi adegan tembak menembak antara kelompok Rondell dan seorang tak dikenal. Balita malang ini terjebak di tengah-tengah dan tertembak.

Rondell berdalih bahwa tembakan itu untuk membela diri karena dirinya juga ditembak. Namun polisi tidak percaya begitu saja karena peluru bersarang di kepala Lloyd kecil yang malang.

Rondell sebelumnya memiliki catatan kriminal atas kepemilikan ganja. Rondell kemudian dituntut atas dakwaan pembunuhan dan kepemilikan senjata. Pengadilan pada Rondell masih berlangsung.


3. Daniel Bartlam

Daniel Bartlam, seorang remaja 14 tahun asal Nottinghamshire, Inggris dengan dingin membunuh ibunya sendiri Jacqueline Bartlam (47) dengan keji pada 25 April 2012 lalu.

Daniel memukul kepala ibunya dengan palu selama 7 kali. Setelah itu dia membungkus tubuh ibunya dengan kertas dan disiram dengan minyak, kemudian dibakar.

Namun demikian, Daniel sempat menyangkal menjadi pelaku pembunuhan itu dengan mengatakan bahwa ada orang luar yang menyelinap dan membunuh ibunya. Polisi kemudian menguak cerita opera sabun Inggris, Coronation Street, yang terdapat di komputernya.

Daniel rupanya terinspirasi oleh tokoh John Stape, yang diceritakan membunuh seorang perempuan dengan palu dan kemudian membuangnya di serakan kecelakaan trem. Daniel diketahui sudah menonton film horor yang berbau kekerasan sejak usia 8 tahun. Dia juga diketahui menonton film Saw beberapa jam sebelum membunuh ibunya.

Kemarahan Daniel tersulut setelah ibunya mengatainya 'a freak' saat ibu-beranak itu berdebat. Daniel kemudian terbukti bersalah melakukan pembunuhan dan divonis minimal 16 tahun penjara di Pengadilan Nottingham Crown pada April 2012 lalu, demikian seperti dilansir dari BBC dan Guardian.


4. Anthony Brasmeister

Anthony Brasmeister, seorang remaja Belanda berusia 16 tahun dan temannya Matt Phelps yang berusia 15 tahun menjadi terdakwa pembunuhan dua remaja lainnya di Florida, Belanda pada Juli 2012 lalu.

Anthony dan Matt menembak kedua rekan mereka dengan pistol yang diambil dari rumah Phelps. Kedua korban mereka adalah Jonathan Dejesus yang berusia 13 tahun dan Paul Damphier yang berusia 16 tahun.

Motif Anthony dan Matt menembak masih diinvestigasi namun diduga keduanya di bawah pengaruh ganja.



5. Darren Harbison

Darren Harbison, seorang remaja berusia 19 tahun dari North Carolina ditahan karena melakukan pembunuhan dan memiliki pisau atas tujuan yang melanggar hukum.

Darren terbukti menusuk remaja lain di parkiran sebuah hotel di Farmingdale, North Carolina, pada Juli 2012 lalu. Atas perlakuannya dia ditahan dengan jaminan US$ 1 juta alias Rp 9,5 miliar.